Psikologi manajemen

28 Des

A. Mempengaruhi perilaku

  • Definisi Pengaruh :

# WIRYANTO

Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi

# M. SUYANTO (AMIKOM YOGYAKARTA)

Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu

# UWE BECKER

Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang – berbeda dengan kekuasaan – tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan

(involed is formatif vermogen dat – in tegens telling tot macht – niet direct verbonden is met strijd en de doorzetting van belangen)

  • kunci-kunci perubahan perilaku:

kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual (pikaran positif)  dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,sehingga terjadi perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat.

  • model-model mempengaruhi orang lain dan peranannya dalam psikologi manajemen:

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan memengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja. Peranannya dalam psikologi manjaemen adalah jika dalam suatu organisasi pemimpin dapat melakukan tugasnya dengan baik seperti membimbing dan mengawasi bawahannya maka secara tidak langsung ia dapat mempengaruhi orang lain dengan baik,.

  • wewenang dan peranan:

wewenang adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Wewenan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu,keputusan dan kejadian, wewenang tidak sama dengan kekuasan, wewenang tanpa kekuasaan akan menyebabkan konflik.

Peranan (role) merupakan proses dinamis kedudukan. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai kedudukannya. Maka dia telah menjalankan suatu peranan.

B. Kekuasaan dan Pengaruh

  • Definisi Kekuasaan :

Kekuasaan (power) mengacu pada kemampuan yang dimiliki A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A.

  • sumber kekuasaan menurut French and Raven

French and Raven (1959) menyusun sebuah kategori sumber kekuasaan ditinjau dari hubungan anggota dan pemimpin yaitu:

–          kekuasaan ganjaran: target taat agar ia mendapat ganjaran

–          kekuasaan koersif: target taat agar ia tidak mendapat hukuman

–          kekuasaan resmi: target taat karna ia yakin bahwa pemimpin memiliki hak untuk membuat ketentuan

–          kekuasaan keahlian: target taat karena ia yakin bahwa pemimpin memiliki kemampuan khusus

–          kekuasaan rujukan: target taat karena ia memuja pemimpin

C. Teori teori leadership

  • Definisi leadership

Hersey dan blanchard (1982) mengatakan bahwa:

In essence leadership is a broader concept than management.

Namun menurut davis (1967): leadership is a part of management, but not all of it. A manager is required to plan and organize,for example, but all we ask of the leader is that he gets other to follow.

Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas, sedangkan manajemen lebih berhubungan dengan efisiensi. Bennis mengatakan bahwa pemimpin do the right things sedangkan manajer do the things right.

  • Teori kepemimpinan partisipatif

Merupakan kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara atasan dan bawahan. Keduanya sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Komunikasi dua arah makin bertambah frekuensinya,pemimpin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. Keikutsertaan bawahan makin banyak,sebab pemimpin berpendapat bahwa bawahan memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup untuk menyelesaikan tugas.

  • Teori x dan y dari douglas mc gregor

Teori x:

Menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Pekerja perlu diawasi,diancam,serta diarahkan agar bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

Teori Y:

Teori Y memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya Individu yang berperilaku teori Y mempunyai sifat : suka bekerja, commit pada pekerjaan, suka mengambil tanggung jawab, suka memimpin, biasanya orang pintar.

  • Teori sistem dari rensis dan likers

Salah satu pendekatan yang dikenal dalam menjalankan gaya kepemimpinan
adalah ada empat sistem manajemen yang dikembangkan oleh Rensis Likert. Empat sistem
tersebut terdiri dari:
– Sistem 1, otoritatif dan eksploitif:
manajer membuat semua keputusan yang berhubungan dengan kerja dan memerintah
para bawahan untuk melaksanakannya. Standar dan metode pelaksanaan juga secara
kaku ditetapkan oleh manajer.
– Sistem 2, otoritatif dan benevolent:
manajer tetap menentukan perintah-perintah, tetapi memberi bawahan kebebasan
untuk memberikan komentar terhadap perintah-perintah tersebut. berbagai fleksibilitas untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dalam batas-batas dan
prosedur-prosedur yang telah ditetapkan.
– Sistem 3, konsultatif:
manajer menetapkan tujuan-tujuan dan memberikan perintah-perintah setelah hal-hal itu didiskusikan dahulu dengan bawahan. Bawahan dapat membuat keputusan – keputusan mereka sendiri tentang cara pelaksanaan tugas. Penghargaan lebih digunakan untuk memotivasi bawahan daripada ancaman hukuman.
– Sistem 4, partisipatif:
adalah sistem yang paling ideal menurut Likert tentang cara bagaimana organisasi seharusnya berjalan. Tujuan-tujuan ditetapkan dan keputusan-keputusan kerja dibuat oleh kelompok. Bila manajer secara formal yang membuat keputusan, mereka melakukan setelah mempertimbangkan saran dan pendapat dari para anggota kelompok. Untuk memotivasi bawahan, manajer tidak hanya mempergunakan penghargaan-penghargaan ekonomis tetapi juga mencoba memberikan kepada bawahan perasaan yang dibutuhkan dan penting

  • Theory of leadership pattern choice dari tannebowm dan scmidt

Tahun 1957, Robert Tannenbaum dan Warren Schmidt menulis salah satu artikel yang paling revolusioner yang pernah muncul dalam The Harvard Business Review. Artikel ini, berjudul “Bagaimana Memilih sebuah Pola Kepemimpinan, adalah signifikan dalam bahwa itu menunjukkan gaya kepemimpinan adalah pilihan manajer.

Tujuh “pola kepemimpinan” yang diidentifikasi oleh Tannenbaum dan Schmidt.

 Pola kepemimpinan ditandai dengan angka-angka di bagian bawah diagram ini mirip dengan gaya kepemimpinan, tetapi definisi dari masing-masing terkait dengan proses pengambilan keputusan.
Demokrasi (hubungan berorientasi) pola kepemimpinan yang ditandai oleh penggunaan wewenang oleh bawahan.Otoriter (tugas berorientasi) pola kepemimpinan yang ditandai oleh penggunaan wewenang oleh pemimpin.Perhatikan bahwa sebagai penggunaan kekuasaan oleh bawahan

meningkat (gaya demokratis) penggunaan wewenang oleh pemimpin berkurang secara proporsional.

  1.  Kepemimpinan Pola 1: “Pemimpin izin bawahan berfungsi dalam batas-batas yang ditentukan oleh superior.”
    Contoh: Pemimpin memungkinkan anggota tim untuk memutuskan kapan dan seberapa sering untuk bertemu.
  2.   Kepemimpinan Pola 2: “Pemimpin mendefinisikan batas-batas, dan meminta kelompok untuk membuat keputusan.”
    Contoh: Pemimpin mengatakan bahwa anggota tim harus memenuhi setidaknya sekali seminggu, tetapi tim bisa memutuskan mana hari adalah yang terbaik
  3.  Kepemimpinan Pola 3: “Pemimpin menyajikan masalah, mendapat kelompok menunjukkan, maka pemimpin membuat keputusan.”
    Contoh: Pemimpin meminta tim untuk menyarankan hari-hari baik untuk bertemu, maka pemimpin memutuskan hari apa tim akan bertemu.
  4. Kepemimpinan Pola 4: “Pemimpin tentatif menyajikan keputusan untuk kelompok. Keputusan dapat berubah oleh kelompok.”
    Contoh: Pemimpin kelompok bertanya apakah hari Rabu akan menjadi hari yang baik untuk bertemu. Tim menyarankan hari-hari lain yang mungkin lebih baik.
  5. Kepemimpinan Pola 5: “Pemimpin menyajikan ide-ide dan mengundang pertanyaan.”
    Contoh: Pemimpin tim mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan membuat hari Rabu untuk pertemuan tim. Pemimpin kemudian meminta kelompok jika mereka memiliki pertanyaan.
  6.  Kepemimpinan Pola 6: “Para pemimpin membuat keputusan kemudian meyakinkan kelompok bahwa keputusan yang benar.”
    Contoh: Pemimpin mengatakan kepada anggota tim bahwa mereka akan bertemu pada hari Rabu. Pemimpin kemudian meyakinkan anggota tim bahwa Rabu adalah hari-hari terbaik untuk bertemu. 
  7. Kepemimpinan Pola 7: “Para pemimpin membuat keputusan dan mengumumkan ke grup.”Contoh: Pemimpin memutuskan bahwa tim akan bertemu pada hari Rabu apakah mereka suka atau tidak, dan mengatakan bahwa berita itu kepada tim

  • Teori modern choice approach to participation

Teori kepemimpinan model Vroom dan Yetton ini merupakan salah satu teori kontingensi. Teori kepemimpinan Vroom dan Yetton disebut juga teori Normatif, karena mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentana gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu. Vroom danYetton memberikan beberapa gaya kepemimpinan yang layak untuk setiap situasi.

Model ini mengarah pada pemberian rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu. Gaya kepemimpinan yang tepat ditentukan oleh corak yang dihadapi oleh macam keputusan yang harus diamb il.

  • Contingency theory of leadership dri fiedler

Dikatakan oleh Fiedler (1967) Tinggi rendahnya prestasi kerja satu kelompok dipengaruhi oleh sistem motivasi dari pemimpin dan sejauh mana pemimpin dapat mengendalikan dan mempengaruhi suatu situasi tertentu.

Situasi yang menguntungkan,yaitu sejauh mana pemimpin dapat mengendalikan dan mempengaruhi situasi tertentu,ditentukan oleh tiga variabel situasi yaitu:

  1. Hubungan pemimpin-anggota: hubungan pribadi pemimpin dengan anggota kelompokmnya
  2. Struktur tugas: derajat struktur dari tugas yang diberikan kepada kelompok untuk dikerjakan
  3. Kekuasaan kedudukan: kekuasaan dan kewenangan yang diberikan dalam kedudukannya.
  • Path goal theory

D. Motivasi

  • Definisi motivasi

Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian-serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu.

  • Teori drive reinforcement
  1. Pengertian Teori Drive

Teori ”drive” bisa diuraikan sebagai teori-teori dorongan tentang motivasi, perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Contohnya., Freud ( 1940-1949 ) berdasarkan ide-idenya tentang kepribadian pada bawaan, dalam kelahiran, dorongan seksual dan agresif, atau drive (teorinya akan diterangkan secara lebih detail dalam bab kepribadian). Secara umum , teori-teori drive mengatakan hal-hal berikut : ketika suatu keadaan dorongan internal muncul, individu di dorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan dan memuaskan. Jadi motivasi dapat dikatakan terdiri dari:
1. Suatu keadaan yang mendorong
2. Perilaku yang mengarah ke tujuan yang diilhami oleh keadaan terdorong
3. Pencapaian tujuan yang memadai
4. Pengurangan dan kepusaan subjektif dan kelegaan ke tingkat tujuan yang tercapai
Setelah keadaan itu, keadaan terdorong akan muncul lagi untuk mendorong perilaku ke arah tujuan yang sesuai. Pengulangan kejadian yang baru saja diuraikan seringkali disebut lingkaran korelasi.
Teori-teori Drive berbeda dalam sumber dari keadaan terdorong yang memaksa manusia atau binatang bertindak. Be berapa teori, termasuk teori Freud, dipahami oleh keadaan terdorong sejak belum lahir, atau instingtif. Tentang perilaku binatang, khususnya ahli ethologi telah mengusulkan suatu penjelasan suatu mekanisme dorongan sejak kelahiran (tinbergen, lorenz, dan leyhausen dalam morgan, dkk. 1986). Teori-teori drive yang lain telah mengembangkan peran belajar dalamkeaslian keadaan terdorong. Contohnya, dorongan yang di pelajari (learned drives), seperti mereka sebut, keaslian dalam latihan seseorang atau binatang atau pengalaman masa lalu dan yang berbeda dari satu individu ke individu yang lain. Karena penggunaan minuman keras sebelumnya, ketagihan heroin, contohnya mengembangkan suatu dorongan untuk mendapatkan hal tersebut, dan karena itu mendorong ke arah itu. Dan dalam realisasi motif sosial, orang telah belajar dorongan untuk kekuasaan, agresi atau prestasi. Keadaan terdorong yang dipelajari menjadi ciri abadi dari orag tertentu dan mendorong orang itu ke arah tujuan yang memadai, orang lain mungkin belajar motif sosial yang lain dan didorong ke arah tujuan yang berbeda.

  1. Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)

Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok yang berhubungan dengan perolehan jawaban –jawaban yang benar dan aturan pokok lain yang berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah. Pengukuran dapat terjadi positif (pemberian ganjaran untuk satu jawaban yang didinginkan ) atau negatif ( menghilangkan satu rangsang aversif jika jawaban yang didinginkan telah diberikan ), tetapi organisme harus membuat antara akasi atau tindakannya dengan sebab akibat.
Siegel dan Lane (1982), mengutip Jablonke dan De Vries tentang bagaimana manajemen dapat meningkatakan motivasi tenaga kerja., yaitu dengan:
1. Menentukan apa jawaban yang diinginkan
2. Mengkomunikasikan dengan jelas perilaku ini kepada tenaga kerja.
3. Mengkomunikasikan dengan jelas ganjaran apa yang akan diterima. Tenaga kerja jika jawaban yang benar terjadi
4. Memberikan ganjaran hanya jika jika jawaban yang benar dilaksanakan.
5. Memberikan ganjaran kepada jawaban yang diinginkan, yang terdekat dengan kejadiannya

Implikasi:

Biasanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari misalkan seorang kuli panggul di pasar tradisional, jika ia dapat mengangkut atau mengirim 5 ton buah pada tiap 5 karung maka akan diberikan 2 kg buah segar oleh pemilik toko sebagai sebuah reward dari apa yang ia kerjakan.

  • Teori harapan

Teori jalur tujuan diusulkan oleh locke yang memberi dukungan terhadap Geogopoulos,mahaney & jones. Penjabarannya perlu diarahkan pada pemenuhan dan pemuasan kebutuhan yang berkaitan dengan jalur tujuan yang hendak dicapai oleh karyawan yang meliputi mewujudkan potensi diri, memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan, keterlibatan dalam memberi usulan pemecahan maslah ataupun pengambilan keputusan,kemungkinan untuk pertumbuhan diri,pengembangan dan kemajuan,meningkatkan status dan memperoleh pengakuan dan menunjukkan kemampuan serta prestasi diri.

  • Teori tujuan

Teori penetapan tujuan atau goal setting theory awalnya dikemukakan oleh Dr. Edwin Locke pada akhir tahun 1960. Lewat publikasi artikelnya ‘Toward a Theory of Task Motivation and Incentives’ tahun 1968, Locke menunjukkan adanya keterkaitan antara tujuan dan kinerja seseorang terhadap tugas.

Lima Prinsip Penetapkan Tujuan

1.       Kejelasan.: Tujuan harus jelas terukur, tidak ambigu, dan ada jangka waktu tertentu yang ditetapkan untuk penyelesaian tugas.

2.       Tantangan: Orang sering termotivasi oleh prestasi, dan mereka akan menilai tujuan berdasarkan pentingnya sebuah pencapaian yang telah diantisipasi. Ketika orang tahu bahwa apa yang mereka lakukan akan diterima dengan baik, akan ada motivasi alami untuk melakukan pekerjaan dengan baik..

3.       Komitmen: Tujuan harus dipahami agar efektif. Karyawan lebih cenderung memiliki tujuan jika mereka merasa mereka adalah bagian dari penciptaan tujuan tersebut..

4.       Umpan balik (feedback).: Umpan balik memberikan kesempatan untuk mengklarifikasi harapan, menyesuaikan kesulitan sasaran, dan mendapatkan pengakuan.

5.       Kompleksitas tugas.: Orang-orang yang bekerja dalam peran yang kompleks mungkin sudah memiliki motivasi tingkat tinggi. Namun, mereka sering mendorong diri terlalu keras jika tindakan tidak dibangun ke dalam harapan tujuan untuk menjelaskan kompleksitas tugas, karena itu penting untuk memberikan orang waktu yang cukup untuk memenuhi tujuan atau meningkatkan kinerja.

  • Teori hirerarki kebutuhan maslow

Maslow mengajukan bahwa ada lima kelompok kebutuhan yaitu:

  1. kebutuhan fisiologikal: kebutuhan yang timbul berdasarkan kondisi badan kita seperti kebutuhan untuk makanana,minuman,dan kebutuhan akan udara segar (O2)
  2. rasa aman: mencakup kebutuhan untuk dilindungi dari bahaya dan ancaman fisik
  3. sosial: mencakup kebutuhan memberi,dan menerima persahabatan,cinta kasih,dan rasa memiliki
  4. harga diri: mencakup faktor internal seperti kebutuhan kepercayaaan diri dan kebutuhan eksternal yaitu kebutuhan yang menyangkut reputasi,dikenali dan diakui
  5. dan aktualisasi diri.: yaitu kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasa ia miliki.

Sumber tulisan:

Munandar,A.S.Psikologi industri dan organisasi.Penerbit UIP
Wijono,Sutarto.(2010).Psikologi industri dan organisasi.Jakarta:Penerbit Kencana
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/modern-choice-approach-to-participation/
http://perilakuorganisasi.com/teori-penetapan-tujuan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi
http://carapedia.com/pengertian_definisi_pengaruh_info2117.html
http://kaghoo.blogspot.com/2010/11/pengertian-peranan.html
http://books.google.co.id/books?id=qPFDETMhBckC&pg=PA45&dq=%E2%80%A2%09sumber+kekuasaan+menurut+french+and+raven&hl=id&sa=X&ei=jm6
UomlEtCqrAfA5oGoCA&redir_esc=y#v=onepage&q=%E2%80%A2%09sumber%20kekuasaan%20menurut%20french%20and%20raven&f=false
http://books.google.co.id/books?id=RD8tcRrWBhYC&pg=PA130&dq=definisi+kekuasaan&hl=id&sa=X&ei=-G2-UoyBI4HGrAeprICYDw&redir_esc=y#v=onepage&q=definisi%20kekuasaan&f=false
http://uwiemolor.wordpress.com/2009/10/24/teori-mc-gregor-dan-teori-rensis-likert/
http://teorimempengaruhiperilaku.blogspot.com/2009/11/leadership.html
 

Sumber gambar:

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: